Kenapa Candi Banyak Nangkring di Jateng-Jatim, tapi di Jabar Kok Sepi?

 

Kenapa Candi Banyak Nangkring di Jateng-Jatim, tapi di Jabar Kok Sepi? (Misteri Sejarah Santai)


Pernah enggak sih kamu kepikiran, kalau lagi jalan-jalan di Jogja, Solo, atau Malang, kok kayaknya tiap sebentar nemu situs candi? Ada Borobudur yang segede gajah, Prambanan yang cakep, sampai candi-candi kecil yang unik.

Tapi coba deh pindah ke Jawa Barat, misalnya ke Bandung atau Bogor. Candi? Hmm... kok kayaknya jarang banget ya? Paling yang terkenal cuma Candi Cangkuang atau Candi Batujaya, itu pun enggak sebanyak atau sebesar yang ada di Jawa Tengah (Jateng) dan Jawa Timur (Jatim).

Kenapa sih Jawa Barat (Jabar) kok kayak di-PHP sejarah? Yuk, kita bedah misteri ini dengan gaya yang woles!

Inti Masalah: Pusat Pemerintahan dan Agama

Kunci dari 'kebanyakan' atau 'kesepian' candi ini sebenarnya cuma satu: Pusat Kekuatan dan Pengaruh Agama.

1. Jateng & Jatim: Zona VVIP Kerajaan

Ribuan tahun lalu, wilayah Jateng dan Jatim itu ibarat Jantungnya Nusantara. Di sinilah kerajaan-kerajaan besar dan super kaya nangkring dan berkuasa, sebut saja:

  • Mataram Kuno (di Jateng): Mereka membangun candi-candi Hindu-Buddha yang fenomenal, seperti Borobudur dan Prambanan. Candi itu enggak cuma tempat ibadah, tapi juga proyek pamer kekuatan dan teknologi. Ibaratnya, itu adalah markas pusat mereka.

  • Kediri, Singasari, hingga Majapahit (di Jatim): Setelah Mataram Kuno pindah ke timur, giliran raja-raja Jatim yang 'pesta' membangun candi. Peninggalannya seperti Candi Penataran atau Candi Jago.

Intinya: Kerajaan-kerajaan ini punya uang, waktu, pekerja, dan kebutuhan untuk membangun kuil-kuil permanen dari batu. Mereka butuh candi sebagai penanda wilayah, pusat ritual, dan tempat makam para raja.

2. Jabar: Fokus dan Tradisi yang Berbeda

Lalu, Jawa Barat bagaimana? Apakah raja-raja di sana pelit atau malas membangun? Tentu saja tidak!

  • Fokusnya Kerajaan Sunda: Kerajaan-kerajaan di Jabar, seperti Kerajaan Sunda dan Pajajaran, juga kuat. Tapi, mereka punya tradisi yang sedikit berbeda.

  • Material dan Kepercayaan: Banyak sejarawan menduga bahwa tradisi di Jabar lebih suka menggunakan material yang tidak permanen (mudah lapuk), seperti kayu atau bambu, untuk bangunan ibadah. Jadi, setelah ribuan tahun, bangunan itu hilang dimakan zaman dan cuaca.

  • Pengaruh Hindu-Buddha yang Berbeda: Pengaruh Hindu-Buddha di Jabar ada, tapi mungkin tidak seintensif dan se-'mewah' yang ada di pusat Jawa. Mereka lebih cenderung meninggalkan peninggalan berupa Prasasti (batu bertulis) daripada Candi raksasa.

Gampangnya gini: Kalau raja-raja Jateng-Jatim itu hobi bikin rumah ibadah dari semen dan bata (yang awet), raja-raja Jabar mungkin lebih suka bikin dari kayu (yang lebih ramah lingkungan saat itu), sehingga peninggalannya sulit kita temukan sekarang.

Candi di Jabar Itu "Lama Banget"

Meskipun sedikit, candi yang ditemukan di Jabar itu justru sangat tua! Contohnya:

  • Candi Batujaya (Karawang): Diperkirakan berasal dari abad ke-2 Masehi! Ini membuatnya jadi salah satu situs candi tertua di Indonesia. Ini menunjukkan bahwa Jabar juga punya peradaban kuno, hanya saja tradisi pembangunan arsitekturnya yang berbeda.

Kita Tetap Kaya Sejarah!

Jadi, bukan berarti Jawa Barat 'miskin' sejarah ya! Jabar punya kekayaan sejarah yang beda, dari kerajaan Sunda yang kuat, hingga peninggalan prasejarah yang luar biasa. Hanya saja, peninggalan fisiknya berupa candi batu memang lebih sedikit dibandingkan 'tetangga' di tengah dan timur.

Komentar

Postingan Populer