Lingsir Wengi: Lagu Jawa Paling Horor yang Katanya Bisa "Manggil Temen"! (Fakta atau Hoax?)
Lingsir Wengi: Lagu Jawa Paling Horor yang Katanya Bisa "Manggil Temen"! (Fakta atau Hoax?)
Begitu denger melodi pelan, mendayu, dengan suara sinden yang bikin bulu kuduk berdiri, pikiran kita pasti langsung otomatis ke satu kata: Kuntilanak. Yaps, kita lagi ngomongin Lingsir Wengi, lagu Jawa kuno yang udah jadi soundtrack wajib buat adegan horor di Indonesia!
Tapi, beneran gak sih lagu ini punya kekuatan super buat manggil "temen-temen" dari dunia lain? Yuk, kita kepo bareng-bareng!
The Power of Film: Dari Lagu Cinta ke Panggilan Hantu
Faktanya, ada dua versi Lingsir Wengi yang bikin kita bingung:
Versi 1: Yang Bikin Kita Merinding (Versi Film)
Versi yang paling kita kenal, yang sering muncul di film-film horor (khususnya seri Kuntilanak), itu emang liriknya udah diubah total, guys.
Lirik di versi ini emang sengaja dibikin creepy dan mengandung "mantra" pemanggil. Intinya, liriknya itu kayak lagi ngomong ke makhluk halus, nyuruh mereka datang waktu malam tiba. Makanya, kalau yang ini kamu nyanyiin di malam Jumat, ya risiko tanggung sendiri!
Versi 2: Yang Asli dan Bikin Meleleh (Versi Sunan Kalijaga/Sukap Jiman)
Nah, ini dia plot twist-nya:
Versi Asli (Kidung Sunan Kalijaga): Konon, Lingsir Wengi yang asli itu diciptakan oleh Sunan Kalijaga lho! Jauh dari kata horor, lagu ini sebenarnya adalah doa dan kidung penolak bala (tolak sial) yang dinyanyikan setelah salat malam. Isinya justru memohon perlindungan biar nggak diganggu sama jin dan setan. Kebalikannya banget sama mitosnya, kan?
Versi Campursari (Ciptaan Sukap Jiman): Ada juga versi yang populer di Campursari. Kalau yang ini, liriknya malah super romantis! Lagu ini isinya curhatan hati seseorang yang lagi kangen berat sama kekasihnya sampai nggak bisa tidur di tengah malam sepi. Duh, ternyata Lingsir Wengi itu bucin!
Kenapa Jadi Horor Banget di Telinga Kita?
Terus kenapa lagu yang isinya doa atau ungkapan cinta ini malah jadi lagu pemanggil hantu paling ditakuti se-Indonesia?
Gara-gara Film! Jelas, ini peran besar dari industri film. Begitu lagu Lingsir Wengi (yang liriknya sudah diubah) dijadikan soundtrack utama film horor laris, citranya langsung berubah 180 derajat.
Nadanya yang Mendayu: Secara musik, Lingsir Wengi yang asli pun pakai pakem (aturan) Gending Jawa yang bikin alunan nadanya terasa pelan, sedih, dan gloomy. Coba deh dengerin sendirian di kamar, tanpa tahu artinya pun udah pasti merinding duluan.
Misteri Bahasa Jawa Kuno: Karena liriknya pakai Bahasa Jawa Kuno, kebanyakan dari kita nggak paham artinya. Hal yang gak kita mengerti itu kan seringkali jadi terasa misterius dan menakutkan, kan?
So, The Conclusion is...
Kalau kamu dengar lagu Lingsir Wengi versi Romantis/Doa, kamu nggak perlu takut. Palingan cuma kebawa perasaan bucin atau jadi khusyuk berdoa.
Tapi, kalau kamu iseng nyanyiin Lirik Lingsir Wengi yang udah diubah (versi film) di tempat angker jam 12 malam... well, itu sih namanya nantangin.
Intinya, jangan cuma dengar mitosnya, tapi cari tahu juga fakta di baliknya! Ternyata lagu yang kita kira pemanggil hantu itu, aslinya cuma tembang buat menenangkan hati. Keren kan, budaya Jawa kita!
Gimana, sekarang kamu masih takut dengerin Lingsir Wengi? Coba deh dengerin versi aslinya, dijamin beda rasanya!
Komentar
Posting Komentar