Gak Nyaman Sama Orang? Nggak Perlu Minta Izin Buat Marah!

 

Gak Nyaman Sama Orang? Nggak Perlu Minta Izin Buat Marah! 


Pernah nggak sih, kamu ada di situasi di mana kamu merasa enggak nyaman banget sama perlakuan atau omongan seseorang, tapi kamu tahan-tahan buat bilang atau nunjukkin kalau kamu kesel? Alasannya klise: "Nanti dia sakit hati," atau "Duh, jadi nggak enak," atau yang paling parah, "Aku aja yang baper."

Stop! Udah saatnya kita bahas ini.

Perasaan Kita Itu Valid, Titik!

Coba deh pikirin. Waktu ada yang bikin kamu kesal, marah, atau nggak nyaman, itu alarm di diri kamu yang nyala. Itu tandanya batas pribadi kamu dilanggar.

Terus, kenapa kita harus repot-repot mikirin perasaan orang yang udah bikin kita nggak nyaman, sebelum kita mikirin perasaan kita sendiri? Itu namanya self-abandonment, loh. Kita ninggalin diri sendiri demi orang lain, padahal orang lain itu yang problem.

Intinya gini: Kamu berhak marah.

Nggak perlu pake disclaimer atau permohonan maaf. Nggak perlu menimbang-nimbang, "Apakah kemarahanku ini worth it sampai bikin dia sedih?" Kalo kamu nggak nyaman, itu deal-breaker buat kamu. Perasaan kamu itu yang utama.

Self-Preservation Dulu, Baru Mikirin Dia

Ini bukan berarti kita jadi orang jahat yang sengaja nyakitin orang, ya. Tapi ini soal nyelamatin diri sendiri.

Waktu kamu memilih untuk diam dan mendem rasa nggak nyaman atau marah, itu energinya tuh terjebak di dalam. Lama-lama, kamu yang meledak atau parahnya, kamu yang sakit sendiri. Fisik dan mental bisa kena imbasnya.

Jadi, kalo ada yang:

  • Sering nge-joke yang menyinggung atau micro-aggression.

  • Melanggar batas fisik atau privasi kamu.

  • Terus-terusan memotong pembicaraan atau meremehkan ide kamu.

...Kamu nggak perlu jadi malaikat. Kamu boleh banget bilang, "Aku nggak suka kamu ngomong gitu," atau "Tolong mundur, aku nggak nyaman," bahkan kalau perlu pakai nada tegas yang nunjukkin kalau kamu marah.

Ingat: Reaksi dia (sedih, kaget, atau malah balik nyerang) itu tanggung jawab dia untuk kelola. Tugas kamu cuma melindungi diri kamu dan mengkomunikasikan batas kamu.

Udah Capek Jadi "Orang Baik" Terus?

Seringkali, kita takut dibilang "sensitif," "galak," atau "baperan" kalo kita nunjukkin ketidaksukaan atau kemarahan kita. Padahal, itu cuma senjata orang lain untuk ngebuat kita diam dan tetap bisa mengontrol situasi.

Kalo orang itu beneran sayang atau peduli sama kamu, dia bakal lebih fokus sama "Kenapa kamu marah?" dan "Gimana caranya aku bisa respect batas kamu?" daripada sibuk playing victim sama sakit hati.

Jadi, mulai sekarang, tarik napas dalam-dalam. Kalau ada yang bikin kamu nggak nyaman, beri diri kamu izin untuk bereaksi.

Marah itu boleh, loh. Itu bagian dari self-care dan self-respect.

Gimana nih, ada yang pernah ngerasain hal serupa? Bagi pengalaman kamu di kolom komentar yuk, siapa tahu bisa kasih kekuatan buat yang lain!

Komentar

Postingan Populer