Balas Dendam Ala Bucin? Prinsip "Gue Bisa Juga Kali!" dalam Cinta

 

Balas Dendam Ala Bucin? Prinsip "Gue Bisa Juga Kali!" dalam Cinta


Siapa di sini yang pernah nerapin prinsip "kalau kamu bisa giniin aku, aku juga bisa gituin kamu" dalam hubungan? Jujur, aku yakin banyak yang ngangguk sekarang. Prinsip ini, yang sering aku sebut "Prinsip Balik Serang", tuh populer banget, apalagi kalau kita lagi kesel-keselnya sama pasangan. Rasanya kayak: "Oh, kamu nggak chat seharian? Oke, aku juga nggak akan chat kamu dua hari!"

Lahirnya "Balik Serang"

Kenapa sih prinsip ini muncul? Sederhana: Pertahanan Diri dan Rasa Keadilan yang Kecewa.

Pasangan kita bikin kita sakit, entah itu dia flirting sama orang lain, dia ghosting sebentar, atau dia lupa sama janji penting. Terus, otak kita langsung loading dan mikir: "Kalau dia nggak mikirin perasaan gue, kenapa gue harus mikirin perasaan dia?"

Ini tuh kayak game catur, tapi versi cinta. Pasangan kita jalanin langkah A, kita nggak mau kalah, kita harus jalanin langkah A juga, bahkan mungkin A+. Intinya: biar impas, biar dia ngerasain sakitnya.

Jebakan Batman dari Prinsip "Gue Bisa Juga Kali"

Nah, di sinilah masalahnya. Prinsip ini tuh sebenernya kayak boomerang yang malah balik nyakitin diri sendiri dan hubungan.

  1. Jadinya Lomba Sakit: Hubungan kalian nggak lagi tentang support dan cinta, tapi jadi kayak lomba siapa yang paling jago bikin pasangannya cemburu, sedih, atau kesel. Lama-lama, kalian berdua sama-sama capek dan sama-sama sakit.

  2. Nggak Ada Komunikasi: Daripada ngobrolin masalahnya baik-baik ("Aku sedih lho kamu nggak ngasih kabar"), kita malah milih balas dendam ("Oke, gue post story lagi jalan sama cowok/cewek lain biar dia cemburu"). Padahal, komunikasi jujur itu jauh lebih sehat daripada drama balas-balasan.

  3. Mengikis Kepercayaan: Balas dendam tuh ibarat ngikis pelan-pelan pondasi kepercayaan. Kalau kita mainnya pakai gimmick dan trik buat bikin dia nyesel, gimana dia bisa percaya kalau kita tulus?

Mendingan "Prinsip Cermin" daripada "Balik Serang"

Aku nggak bilang kalau kamu harus diam aja diperlakukan seenaknya. NO!

Tapi, daripada pakai prinsip "Gue bisa gituin lu," mending kita ganti ke "Prinsip Cermin."

Maksudnya gimana? Kalau dia ngasih perlakuan buruk, kita nggak balas dengan perlakuan buruk yang sama. Justru, kita jadikan itu cermin buat diri kita, dan kita ambil langkah yang lebih dewasa:

  • Kalau dia ghosting: Daripada ikut-ikutan ghosting, mending kamu tanya, "Ada apa? Kalau kamu butuh space, bilang. Tapi aku nggak mau kalau kamu ngilang tanpa kabar, aku juga punya batas kesabaran." (Ini lebih powerful!)

  • Kalau dia flirting: Daripada kamu bales flirting sama orang lain, mending kamu bilang, "Aku nggak nyaman sama yang kamu lakuin. Kalau kamu nggak bisa respect batas itu, mungkin kita nggak cocok."

Hubungan itu bukan ring tinju, gengs. Ini bukan tentang siapa yang lebih jago ngebales pukulan. Kalau kita terus-terusan nerapin prinsip "Balik Serang," yang ada kita cuma capek, dan cinta itu lama-lama jadi dendam.

Jadi, yuk kita stop main drama balas dendam. Kalau ada masalah, duduk bareng, omongin. Kalau dia nggak mau berubah dan terus-terusan nyakitin, itu tandanya bukan saatnya balas dendam, tapi saatnya kamu yang walk away dengan harga diri.

Setuju nggak nih sama pandangan aku? Atau kalian tim "Balas Dendam" banget? Komen di bawah ya!

Komentar

Postingan Populer